Cium aku sampai lunglai tulang belulangku ciumlah aku negara
sayang sampai tahi kurasakan coklat. Cintailah aku sampai aku mabuk tak tahu
mana berdiri mana duduk ciumlah pipiku keningku dadaku ketiaku lenganku
leherku. Ciumlah aku setiap hari lewat nanar layar telivisi ciumlah aku setiap
saat lewat berita diinternet yang menyayat ciumlah aku sampai aku tidur di
sistemmu yang penuh duri dan darah. Ciumlah aku sampai aku mampus.
Kini aku sudah telanjang negara sayang, mau kau ambil
apalagi dariku setelah bekas bibirmu penuh ditubuhku.