Selasa, 24 September 2013

Barangkali

Barangkali aku lupa menghitung hari dan peristiwa
Dikepalaku ia melesat melebihi cahaya
Barangkali aku lupa menghitung kebaikan juga keburukan
Dibenakku ada cermin kehidupan
Barangkali aku lupa  menghitung berapa jam aku mimpi

Sedang kematian itu bukan barangkali

Minggu, 15 September 2013

Mbah Sareman


Mbah sareman adalah logat jawa dari Mbah sayyid abdurrahman. Beliau hidup sekitar tahun 40 an di desa soditan kecamatan lasem kabupaten rembang. Beliau termasuk ulama yang waskito dikenal dengan kewaliannya dan kesufiannya,hidup dengan cara sederhana dan seadanya. Salah satu kisah yang sampai sekarang diceritakan orang tua kepada anaknya di soditan adalah cerita bagaimana mbah sareman ngapokke seorang china juragan ciu. Begini:

Alkisah pada pagi hari setiap seminggu, mbah sareman selalu pergi ke alas kajar untuk mencari kayu bakar dan pulang pada siang harinya. Mbah sareman selalu menempuh perjalanan yang kira-kira berjarak 20 kilometer ini dengan berjalan kaki, bukan karena tidak ada tumpangan tapi inilah bentuk laku. Perjalanan 20 kilometer ini adalah perjalanan batin, bertemu dan menyapa banyak orang dengan banyak keadaan. Setelah merasa cukup mengumpulkan kayu bakar mbah sareman berniat hendak pulang. Kayu dipikul kaki dilangkahkan.Seperti biasanya dalam perjalanan pulang mbah sareman terus saja menyapa banyak orang, karena saking banyak orang yang mengenalnya.

Desa soditan terletak di peisir pantai utara jawa, udara terik dan panas menyengat membentuk manusia soditan berperawakan keras. Meski begitu orang-orang disini membumikan gotong royong, tolong menolong,tepo seliro. Orang-orang tak kenal rasa curiga, siapa datang dengan baik maka ia disambut dengan gembira.
Hari ini pun tidak beda dengan hari-hari yang lain, udara terik dan panas menyengat. Mbah sareman sudah setengah perjalanan, keringatnya bercucuran. Beliau beristirahat di pohon asam besar pinggir jalan tepat di depan toko HIU milik china juragan Ciu. Juragan pemilik toko HIU ini adalah juragan ciu terbesar di pesisir utara, distribusi ciu dari semarang sampai tuban ia kuasai, produknya pun terkenal kualitas terbaik bahkan pemabuk semacam wak basri dibuat kelimbungan dengan hanya meminum satu mangkok ciunya.
Pernah suatu hari juragan china ini membuat mabuk kusir kadipaten yang terkenal alim, ia menipu kusir itu dengan memberikan ciu yang dibilang air. Memang ciu produk Toko HIU ini kualitas nomor satu, bau pun tidak malah terasa seperti air segar. Kusir itu pun mabuk dibuatnya, andok yang dikendarainya nyongsop di pasar kulon menabraki segala yang ada dan mebuat para pedagang geram dan gegerlah seisi pasar. Juragan ini memang suka usil dengan orang jawa Islam “sampai mana wong jowo gak gelem ngombe ciuku, tak jajale penggedene” ujarnya suatu hari di warung kopi depan klenteng Mak Cho”
Siang terus berjalan tanpa ampun, mbah sareman masih duduk beristirahat dibawah pohon asam tepat depan Toko HIU. Dalam hati Juragan ini ingin menipu mbah sareman, seperti yang ia lakukan kepada kusir kadipaten dulu.
‘siang mbah, dari alas siang-siang begini haiya”
“enggeh gan, dari cari kayu bakar buat masak”
“ haiya, mampir dulu ke tempat saya minum dulu biar segar”
“mboten gan, matur nuwun”
“haiya, loe orang ini ada air, minum dulu lumayan biar gak kering tenggorokan”
Diminumlah bumbung dari juragan china itu, seteguk demi seteguk tampak nikmat sekali. Tiba-tiba juragan china itu tertawa keras seakan menang dari perang “ bwahahahaha haiya orang-orang jawa bodo-bodo, dikasih ciu diminum saja katanya haram-haram”.  Mbah sareman berhenti minum dan menyerahkan bumbung itu kepada juragan china. “ terima kasih airnya segar sekali, saya akan melanjutkan perjalanan hari sudah sore” ucap mbah sareman dengan tenang. “ bwahahaha air loe orang bilang, itu ciu goblok” sahut juragan china dengan bangga. “ tidak juragan ini air segar, kalo ini chiu pasti sudah saya tau dari baunya”. Mbah sareman tidak peduli, beliau berjalan saja pulang. Sore tepat di titik penghabisannya, hari telah selesai dan malam dihidupi dengan lolongan anjing kampung.

Subuh muput orang sekecamatan lasem geger, dari yang tua sampai yang muda dari yang jawa sampai china semua lari terburu menuju alun-alun depan masjid. “Juragan HIU mlebu islam juragan HIU mlebu islam” teriak orang-orang. Yang lain juga berteriak “ pabrik ciunya bangkrut, semua ciu di gudang semarang dan juwana berubah jadi air, dia bangkrut lalu masuk islam”. Benar memang, semua ciu di pabrik dan gudang juragan china itu berubah jadi air malam harinya, bergalon jumlahnya tidak terhitung. Ia masuk islam dan bersumpah tidak akan meminum ciu, apalagi memproduksinya.

Mentari melangkah menempuh harinya, mbah sareman nampak di ladang sebelah gubuknya, ndangir ketela yang sudah banyak rumputnya. Tidak ada apa-apa, hari-hari berjalan seperti biasa.

Muhammad Akid A.H
Laki-laki penyuka puisi, beberapa prosa dan puisinya di muat di media cetak dan online. Puisinya juga terkumpul di antologi Anak-Anak Kapak bersama empat penyair muda. Tinggal di yogyakarta dan bergiat di komunitas NgopiNyastro Yogyakarta.





Minggu, 08 September 2013

senin 9 sepetember 2013 saya memulai blog baru ini dengan nama Rumah Baru setelah sekitar 2 tahun saya nyaris berhenti ngeblog. saya masih ingat betul, pertama kali ngeblog pada september 5 tahun yang lalu itu juga perkenalan pertama saya dengan internet. berawal dari tidak tahu kegunaan internet (selain email) saya menemukan blogspot, awalnya sungguh saya juga tidak tahu apa itu blog penasaran saja asal klik dan munculah halaman web dimana saya bisa sesuka hati menulis, waktu itu tanpa peduli mau dibaca orang atau tidak. saya asal buat saja, menulis saja, kadang saya baca sendiri saja pokonya asal buat saja. lama-lama saya tahu juga, blog itu apa, kegunaannya dan lain-lain. saya suka puisi memang dan sering juga menulis puisi, di blog tentunya. sampai pada 2010 puisi-puisi saya dibukukan. cukuplah romantismenya. dulu saya mempunyai tiga blog, dua berhosting di blogspot dan satunya di wordpress, kemaruk memang punya tiga blog sekaligus. dua tahun lalu tiga rumah tersebut terbengkalai tak saya urus sama sekali, saya merasa bersalah juga. saya bikin Rumah Baru ini untuk mengumpulkan tulisan-tulisan saya di blog lama yang tak terurus itu sekaligus sebagai tempat menulis dan sharing ide baru. semoga bermanfaat. Akid AHA, Laki-laki penyuka puisi, Tinggal di Yogyakarta.

Kehilangan adalah Ketika Memiliki


Suatu saat nanti, entah kapan Jantungku akan berdetak begitu kencang Memilin syaraf-syaraf Menggulung kenangan serupa ombak Tepat Di pantai yang namamu jadi sebutannya Suatu saat nanti, entah kapan Suaraku akan jadi begitu keras Meski tanpa toak juga alkohol Memanggil namamu serupa adam menyeru hawa Ketika Diturunkan ke bumi Suatu saat nanti, entah kapan Aku menjadi benar memilikimu Dan kehilangan adalah hantu tidur Yang setiap malam mengusik mimpiku. Suatu saat nanti, yang aku kira surga bukan lagi harapan dan neraka sudah menyenangkan. Lasem, januari 2012